LEBAK — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Langkah antisipasi ini diambil menyusul peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menjelaskan bahwa peringatan kewaspadaan telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam beberapa hari ke depan, wilayah Lebak diprediksi akan diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.
"Peringatan kewaspadaan sebelumnya sudah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa beberapa hari ke depan Lebak berpotensi hujan lebat disertai angin kencang," kata Sukanta di Lebak, Selasa.
Kondisi geografis Kabupaten Lebak yang didominasi pegunungan, perbukitan, serta aliran sungai besar menjadikannya wilayah rentan. Sukanta menyebutkan terdapat 28 kecamatan di wilayah tersebut yang masuk dalam kategori rawan bencana alam.
Potensi ancaman meliputi banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga terjangan angin kencang. Warga yang bermukim di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan diminta tidak mengabaikan tanda-tanda alam saat curah hujan meningkat drastis.
"Kami minta warga tetap waspada dan jika cuaca buruk sebaiknya berlindung di lokasi aman," ujar Sukanta menekankan pentingnya keselamatan mandiri bagi warga di zona merah.
Selain pemukiman, sektor transportasi menuju wilayah pelosok Lebak juga menjadi perhatian serius. BPBD mengeluarkan imbauan khusus bagi para pengemudi angkutan yang melintasi jalur-jalur perbukitan dan hutan di pedalaman.
"Pengemudi angkutan menuju pedalaman Kabupaten Lebak jika curah hujan lebat disertai angin kencang diimbau menunda perjalanan," katanya. Risiko pohon tumbang dan longsoran kecil di bahu jalan seringkali mengintai saat cuaca ekstrem melanda jalur antar-kecamatan.
Pihak BPBD juga telah meneruskan informasi potensi cuaca buruk ini kepada seluruh aparat di tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan. Relawan di lapangan diminta terus memantau kondisi debit air sungai dan stabilitas tanah di lingkungan masing-masing.
Menghadapi puncak peralihan musim yang diprakirakan terjadi pada pertengahan Mei 2026, BPBD Lebak telah menyiagakan seluruh kekuatan. Berbagai peralatan evakuasi kini dalam posisi siap pakai untuk merespons laporan darurat dari warga.
Daftar peralatan yang disiagakan meliputi:
Selain peralatan teknis, ketersediaan logistik dasar seperti bahan pangan, makanan ringan, minuman kemasan, dan obat-obatan dipastikan mencukupi. Sukanta menjamin timnya akan bergerak cepat begitu menerima laporan kejadian bencana di lapangan.
Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk mempercepat penanganan pascabencana. BPBD Lebak bersinergi dengan Dinas PUPR Banten, PLN, Basarnas, Dinas Sosial, serta jajaran TNI dan Polri guna memastikan pemulihan akses dan bantuan logistik berjalan tanpa kendala.