TANGERANG SELATAN — Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Kali Ciputat hingga merendam belasan titik permukiman di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Hingga Senin malam pukul 19.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 12 lokasi terdampak dengan ketinggian air bervariasi.
Arus air terpantau sangat deras terutama di kawasan Jurangmangu Barat. Kondisi ini membuat akses di beberapa perumahan sulit dilalui kendaraan karena genangan yang cukup dalam serta aliran air yang meluap dari drainase dan sungai.
Perumahan Jurangmangu Permai di Kelurahan Jurangmangu Barat menjadi salah satu lokasi terdampak cukup parah. Di wilayah RW 05, ketinggian air terpantau antara 40 hingga 100 sentimeter. Kondisi ini berdampak langsung pada sedikitnya 90 kepala keluarga (KK).
Komandan Peleton Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengonfirmasi derasnya aliran banjir di sejumlah perumahan berdasarkan dokumentasi visual tim di lapangan. "Itu di Perum Pondok Safari dan Jurangmangu Permai," ujarnya.
Selain Jurangmangu Permai, luapan kali juga merendam permukiman warga lainnya dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter yang memengaruhi 180 KK. Sementara di Perumahan Taman Mangu Indah, genangan air mencapai 15 sentimeter dan berdampak pada 180 KK.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Ciputat Timur, tepatnya di Jalan Flamboyan Adiraga, Rempoa. Di lokasi ini, air setinggi satu meter merendam rumah-rumah milik 60 KK. Masih di kelurahan yang sama, Kampung Tembok Bolong mencatat genangan 40 hingga 100 sentimeter yang berdampak pada 185 KK.
Wilayah lain yang mencatat dampak signifikan meliputi:
BPBD Tangsel mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan di wilayah Tangerang Raya masih fluktuatif. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi yang belum sepenuhnya surut hingga Senin malam.