BANTEN — Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia tertinggal 0-1 dari Thailand pada semifinal Asian Games 2026 setelah Jonatan Christie takluk dua gim langsung dari Kunlavut Vitidsarn, 17-21 dan 14-21. Kekalahan di partai pertama ini membuat langkah Indonesia ke final bergantung pada empat partai tersisa.
Laga yang mempertemukan tunggal putra peringkat tiga dunia itu berlangsung di bawah tekanan sejak awal. Jonatan sempat membuka gim pertama dengan keunggulan cepat 2-0, tetapi Kunlavut langsung merespons dan berbalik memimpin 7-3.
Jojo sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 7-8 sebelum akhirnya tertinggal 9-11 di interval. Selepas jeda, kejar-mengejar angka berlangsung sengit hingga kedudukan 17-19, namun Kunlavut menutup gim pertama 21-17.
Gim Kedua Berjalan Satu Arah
Memasuki gim kedua, dominasi Kunlavut semakin terasa. Jojo kesulitan keluar dari tekanan dan langsung tertinggal jauh 4-11 di interval kedua.
Keunggulan poin yang terlampau jauh membuat wakil Thailand itu leluasa mengendalikan ritme. Gim kedua pun berakhir dengan skor telak 21-14 untuk Kunlavut.
Jojo Akui Kalah Sabar dan Tenang
Usai laga, Jonatan secara sportif mengakui keunggulan lawannya. Ia menilai Kunlavut tampil lebih tenang dan minim kesalahan sepanjang pertandingan.
"Saya mengakui kekalahan ini karena dia bermain jauh lebih sabar dan tenang. Di sisi lain, dia juga berani mengambil inisiatif serangan di awal gim pertama yang membuat saya agak keteteran," ujar Jonatan, dikutip dari rilis resmi PB Djarum.
"Saya sudah mencoba menyeimbangkan tempo permainan, tapi di poin-poin akhir saya justru banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga dia mendapat poin dengan mudah," tambahnya.
Fajar/Fikri Jadi Tumpuan di Partai Kedua
Dengan hasil ini, perjuangan Indonesia merebut tiket final bertumpu pada partai-partai berikutnya. Di partai kedua, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan menghadapi pasangan Thailand, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul.
Kemenangan di partai kedua menjadi harga mati bagi Indonesia untuk menyamakan kedudukan sebelum partai-partai penentu lainnya dimainkan.