Utang Pinjol Warga Banten Melonjak Tajam Tembus Rp 7,19 Triliun

Penulis: Tedy Rustandi  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 16:35:01 WIB
Utang pinjaman online warga Banten melonjak tajam mencapai Rp 7,19 triliun pada Desember 2025.

SERANG — Tekanan ekonomi memaksa sebagian warga di Banten berpaling ke layanan pendanaan berbasis teknologi atau pinjaman online (pinjol). Salah satunya dirasakan Mawar, bukan nama sebenarnya, yang mengaku terpaksa menggunakan jasa tersebut untuk menutupi biaya pendidikan anaknya.

Kebutuhan mendesak muncul saat pihak sekolah memberikan tenggat pembayaran biaya ujian. Mawar sebelumnya sudah berupaya menjual barang pribadi seperti helm hingga sepeda motor, namun dana yang terkumpul tetap belum mencukupi kebutuhan rumah tangga dan sekolah.

"Awalnya untuk kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah. Saat itu sangat mendesak karena pihak sekolah menuntut pembayaran. Kalau tidak, anak tidak boleh ikut ujian," ujar Mawar saat menceritakan pengalamannya baru-baru ini.

Dampak Bunga Tinggi Terhadap Keuangan Keluarga

Meskipun pinjaman tersebut menjadi solusi instan untuk melunasi tunggakan sekolah, Mawar merasakan dampak jangka panjang yang memberatkan. Beban bunga yang besar membuat kondisi finansial keluarganya semakin terhimpit setelah dana cair.

Ia menyatakan tidak berniat menggunakan layanan serupa di masa mendatang. Meski begitu, Mawar mengaku beruntung karena selalu membayar cicilan tepat waktu sehingga tidak pernah mendapatkan intimidasi atau teror dari penagih utang.

Pengalaman tersebut menyadarkannya bahwa kemudahan akses dana instan melalui layanan pinjol memiliki konsekuensi besar terhadap kondisi keuangan masyarakat dalam jangka panjang.

Data OJK: Outstanding Pinjol Banten Naik Tiga Kali Lipat

Fenomena yang dialami Mawar mencerminkan statistik makro di wilayah Banten. Data Statistik Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan nilai pinjaman yang sangat signifikan.

Total outstanding pinjaman di Banten per Desember 2025 mencapai Rp 7,19 triliun. Angka ini meningkat lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan posisi Desember 2024 yang saat itu tercatat sebesar Rp 2,23 triliun.

Pertumbuhan Rekening Penerima Pinjaman Aktif

Selain nilai nominal uang yang beredar, jumlah masyarakat yang mengakses pinjol juga bertambah banyak. OJK melaporkan adanya kenaikan jumlah rekening penerima pinjaman aktif di wilayah ini dalam kurun waktu satu tahun.

  • Jumlah akun aktif Desember 2024: 1,10 juta rekening.
  • Jumlah akun aktif Desember 2025: 1,84 juta rekening.

Kenaikan jumlah pengguna dan nominal pinjaman ini menunjukkan ketergantungan masyarakat terhadap akses dana cepat masih sangat tinggi, meskipun risiko bunga dan denda terus membayangi kondisi ekonomi rumah tangga para peminjam.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top