Program Jualan MAN 2 Serang Latih Siswa Entrepreneurship Sejak Kelas X

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 16:54:11 WIB
Siswa MAN 2 Serang berjualan produk rumahan di Pasar Royal dan KP3B sebagai bagian dari program kewirausahaan sejak kelas X.
program & mekanisme ? target siswa ? apresiasi & visi pemkot ? konteks program pengusaha - H3: bukan "Kronologi", "Tanggapan" — ganti dengan pertanyaan/framing pembaca: "Jualan di Pasar, Siswa Belajar Apa?", "Visi Pemkot: Generasi Entrepreneur Sejak Bangku Sekolah" - Pecah paragraf sumber yang multi-poin, gabung yang tersebar --- JUDUL: Program Jualan MAN 2 Serang Latih Siswa Entrepreneurship Sejak Kelas X LEAD: Siswa MAN 2 Kota Serang dilatih terjun langsung berbisnis saat libur sekolah, berjualan produk orang tua di Pasar Royal dan KP3B dengan pengawasan guru. Program kewirausahaan yang diterapkan sejak kelas X ini bertujuan membangun karakter mandiri dan mental petarung para pelajar menghadapi dunia kerja. ISI:

KOTA SERANG — Praktik bisnis langsung bukan lagi wacana di MAN 2 Kota Serang. Setiap libur sekolah, siswa mendapat kesempatan nyata berjualan di pusat keramaian, mulai dari mengemas produk hingga bertransaksi dengan konsumen. Pengalaman itu dirancang sebagai laboratorium hidup untuk memahami dinamika pasar sebelum mereka lulus dan terjun ke dunia kerja sesungguhnya.

Siswa Jual Produk Rumahan, Guru Jadi Pendamping

Program dimulai sejak siswa berada di kelas X, menurut Wali Asuh Boarding School MAN 2 Serang, Siti Sarifah. "Biasanya siswa belajar bisnis dengan cara berjualan di sekitar Pasar Royal dan KP3B saat hari libur sekolah," katanya. Produk yang dijual mayoritas merupakan hasil olahan rumahan milik orang tua siswa — dari makanan siap saji hingga kerajinan tangan.

Siti Sarifah menekankan, seluruh kegiatan usaha siswa tetap berada dalam pengawasan guru pendamping agar proses pembelajaran berjalan maksimal dan terarah. Model ini memastikan siswa tidak hanya belajar transaksi, melainkan juga berkomunikasi, mengelola uang, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai konsumen.

Lebih dari Sekadar Berdagang: Membangun Mental Petarung

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, melihat program ini melampaui sekadar jual-beli. Saat pertemuan dengan pihak sekolah di Puspemkot Serang, Kamis (7/5/2026), ia menyebut pembelajaran kewirausahaan penting diterapkan sejak dini karena mampu membentuk watak pelajar yang tidak mudah menyerah. "Ini bukan sekadar belajar jualan, tetapi bagaimana membentuk mental petarung sejak sekolah. Anak-anak dilatih menghadapi dunia nyata, belajar komunikasi, tanggung jawab, dan keberanian mengambil peluang," ujar Agis.

Agis menilai, langkah MAN 2 Kota Serang dapat menjadi contoh positif bagi sekolah lain. Menurutnya, generasi muda saat ini perlu didorong menjadi pengusaha, bukan hanya mengandalkan lowongan pekerjaan formal yang terbatas. Program ini diharapkan juga membantu meningkatkan kemampuan ekonomi siswa sekaligus membangun kemandirian.

Selaras dengan Program "Satu Keluarga Satu Pengusaha"

Inisiatif MAN 2 Serang sejalan dengan visi Pemkot yang lebih luas. Agis mengatakan Pemerintah Kota Serang terus mendorong program "Satu Keluarga Satu Pengusaha" sebagai upaya memperluas lapangan kerja dan membangun semangat entrepreneur di tingkat keluarga, termasuk melibatkan dunia pendidikan. "Kalau mental usaha sudah dibentuk sejak sekolah, mereka akan lebih siap menghadapi masa depan. Ini bagian dari menciptakan generasi yang mandiri dan tidak mudah menyerah," tutupnya.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: bantendaily.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top