Investor Asing Jual Saham Rp94,87 Triliun Sepanjang 2026, IHSG Koreksi 37,82%

Penulis: Pandu Wibisono  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:49:01 WIB
Papan pemantau indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia.

BANTEN — Bursa Efek Indonesia mencatat penjualan bersih investor asing di pasar saham menembus Rp94,87 triliun sejak Januari hingga 23 Oktober 2026. Aliran dana keluar itu berjalan seiring koreksi Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 37,82 persen secara year to date, dengan indeks berakhir di level 5.439.

Tekanan jual asing belum surut hingga penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026). Sepanjang pekan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih Rp6,67 triliun atau setara USD369,83 juta, menurut data BEI.

Angka itu membengkak dibanding net sell pekan sebelumnya yang sebesar Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Dalam denominasi rupiah, laju penjualan bersih asing naik sekitar 109,2 persen secara mingguan.

Porsi Asing di Transaksi Harian Masih 40 Persen

Komposisi nilai perdagangan berdasarkan jenis investor relatif tidak bergeser. Investor domestik masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 60 persen dari nilai transaksi, sementara investor asing menyumbang sekitar 40 persen.

Struktur itu menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia belum kehilangan basis partisipasi lokal di tengah derasnya arus keluar dana asing. Namun besarnya net sell asing tetap menjadi penentu arah indeks karena nilai transaksinya terbilang besar.

IHSG Mulai Menguat 4,9 Persen pada Akhir Pekan

Di tengah tekanan tersebut, indeks mulai membalikkan arah. IHSG ditutup menguat 4,9 persen pada perdagangan Jumat (24/10/2026) ke level 5.439, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya yang masih tertekan.

Penguatan akhir pekan itu menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual asing tidak serta-merta menyeret indeks lebih dalam. Meski begitu, posisi IHSG secara year to date masih terpangkas 37,82 persen, mencerminkan kerusakan yang sudah terjadi sejak awal tahun.

Arti Angka Ini bagi Investor dan Pelaku Pasar

Bagi investor ritel, kombinasi net sell asing Rp94,87 triliun dan koreksi indeks 37,82 persen menandakan harga saham banyak emiten sudah berada jauh di bawah level awal tahun. Kondisi ini membuka peluang akumulasi bagi yang berorientasi jangka panjang, tetapi risikonya juga nyata selama arus keluar dana asing belum berhenti.

Pelaku usaha yang hendak mencari pendanaan lewat bursa perlu mencermati sentimen ini. Minat asing yang rendah membuat penyerapan saham baru lebih bergantung pada investor domestik, yang porsinya kini 60 persen dari nilai transaksi.

Yang perlu dipantau dalam beberapa pekan ke depan adalah apakah penguatan 4,9 persen pada 24 Oktober berlanjut, atau hanya bersifat sementara. Selama net sell asing masih membesar secara mingguan, volatilitas IHSG akan tetap tinggi.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top