Pemkab Serang bersama PLN UP3 Banten Utara mematangkan rencana penyambungan listrik 24 jam ke Pulau Tunda melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditargetkan terealisasi pada 2027. Pulau Tunda menjadi satu-satunya wilayah di Kabupaten Serang yang hingga kini belum menikmati listrik penuh, sementara 326 desa lain sudah teraliri hampir 100 persen. Warga pulau tersebut sudah puluhan tahun hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam sehari.
SERANG — Rencana masuknya listrik ke Pulau Tunda dibahas dalam Rapat Kerja Sinergi dan Dukungan Percepatan Pemerataan Akses Listrik serta Peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) dan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Pendopo Bupati Serang, Banten. Forum itu mempertemukan Pemkab Serang dengan PLN UP3 Banten Utara untuk menyamakan langkah percepatan penyambungan listrik di wilayah kepulauan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyebut dari 326 desa di wilayahnya, hampir seluruhnya sudah teraliri listrik. Pengecualian hanya di Pulau Tunda yang sampai sekarang belum mendapat pasokan listrik 24 jam.
Warga Pulau Tunda sudah puluhan tahun hidup dengan listrik yang menyala terbatas 12 jam sehari. Kondisi itu menjadi dasar bagi Pemkab Serang untuk mendorong percepatan pemerataan akses listrik di wilayah kepulauan.
"Dari 326 desa total sudah 99,9 persen gitu ya, hampir 100 persen di wilayah Kabupaten Serang sudah teraliri Listrik. Namun ada satu wilayah yang sampai saat ini belum menikmati Listrik 24 jam yaitu daerah Pulau Tunda," kata Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam rapat kerja tersebut.
Zakiyah mengungkapkan persoalan Pulau Tunda sudah disampaikan Pemkab Serang kepada Komisi XII DPR melalui surat resmi. Hasil konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten disebut mendapat sambutan baik.
Manager PLN UP3 Serang Utara Hasudungan Siahaan menyampaikan Pulau Tunda rencananya dimasukkan ke rencana listrik desa tahun 2027 dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Skema PLTS dipilih karena kondisi geografis pulau yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
Soal waktu pelaksanaan, Hasudungan menyebut pembahasan rinci belum dilakukan. "Terkait bulannya belum kita pastikan karena memang masih direncanakan di 2027. Artinya anggaran juga akan dikejar di 2027," ujarnya.
Bupati berharap upaya yang tengah disiapkan dapat membuat Pulau Tunda menikmati listrik seperti wilayah lain di Kabupaten Serang. "Jadi, tentu semoga upaya yang kami lakukan di 2027 nanti Pulau Tunda bisa teraliri listrik seperti warga kami yang di luar Pulau Tunda," ujar Zakiyah.
Pemerataan akses listrik di Pulau Tunda menjadi penentu tercapainya rasio desa berlistrik penuh di Kabupaten Serang. Jika terealisasi sesuai target, tidak ada lagi desa di wilayah itu yang bergantung pada pasokan listrik terbatas.