CILEGON — SSB Jawara menutup C-League Pra-Soeratin U-15 Regional Cilegon dengan gelar juara setelah mengalahkan SSB Duta Yunior 2-0 di Stadion Geger Cilegon (Seruni), Minggu (20/9/2026). Fu'adifu Fahruroji menjadi penentu kemenangan lewat dua gol yang ia ciptakan di babak pertama dan babak kedua. Gelar ini melengkapi keberhasilan SSB Jawara yang sebelumnya juga menjuarai kategori U-13.
Pemain bernomor punggung 10 itu membuka keunggulan SSB Jawara pada babak pertama, lalu menambah gol kedua setelah jeda. Duta Yunior tidak mampu membalas hingga peluit akhir dibunyikan.
Kemenangan 2-0 memastikan SSB Jawara melaju ke kompetisi tingkat Provinsi Banten mewakili Kota Cilegon. SSB Duta Yunior yang finis sebagai runner-up juga mendapat tiket yang sama. Posisi juara tiga diraih SSB Igor Cilegon.
Ketua PSSI Kota Cilegon Dwi Sutrisno menyoroti capaian SSB Jawara yang menyapu gelar di dua kelompok usia sekaligus.
"Untuk U-13 dan usia 15, kebetulan dua-duanya dimenangkan oleh Jawara. Jadi Jawara di tahun ini bisa mengawinkan gelar," kata Dwi saat penutupan turnamen di Stadion Geger Cilegon, Minggu (20/9/2026).
Dwi berharap keberhasilan di tingkat kota bisa berlanjut ke level provinsi.
"Semoga apa yang dicapai Jawara hari ini di tingkat kota, mudah-mudahan juga bisa berimbas di tingkat provinsi," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta dan panitia, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cilegon, KONI Kota Cilegon, serta jajaran kepolisian yang membantu pengamanan dan kelancaran pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon Sakri Jasiman menilai capaian SSB Jawara sebagai bagian dari proses pembinaan sepak bola di Kota Cilegon.
"Jawara juara satu dan ini mengawinkan U-13 dan U-15-nya. Nah, ini luar biasa," kata Sakri.
Sakri berharap para pemain tidak berhenti pada kompetisi tingkat kota, tetapi mampu melanjutkan prestasi hingga tingkat Provinsi Banten maupun nasional.
"Harapan kami, mungkin harapan pencinta bola semua, harapannya adalah sampai tingkat provinsi dan tingkat nasional," ujarnya.
Menurut Sakri, kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan untuk melahirkan talenta sepak bola dari Kota Cilegon.
"Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembinaan dan tentunya ini berkesinambungan dan berkelanjutan. Tentunya ini diharapkan menghasilkan bibit-bibit pesepak bola dari Kota Cilegon, tidak hanya di tingkat regional tapi tingkat nasional," katanya.